Haruskah Ada Korban Dalam Perbedaan

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang mana terdapat banyak sekali macam ragam perbedaan. Perbedaan itu tidaklah hanya dalam budaya tapi juga bahasa, adat istiadat serta kepercayaan. Dari perbedaan itu ada semboyan Bhineka Tunggal Ika. Semboyan itu memiliki arti berbeda-beda namun tetap satu. Tentu semuanya sudah paham dalam makana tersebut. Secara bahasa memang sedikit tapi kalau kita pahami, kita bisa tau apa yang dimaksud. Banyak sekali perbedaan yang kita miliki tapi apapun perbedaannya, kita tetap satu bangsa dan satu bahasa dalam suatu negara, negara Indonesia.

Sungguh sangat disayangkan ada beberapa oknum, masyarakat  serta ormas yang mencoreng keindahan dari persatuan perbedaan itu. Baru-baru ini di Cikeusik, Padeglang, Banten ada insiden penyerangan terhadap kelompok Ahmadiyah oleh warga (6/2/11) silam. Hal ini seharusnya tidak perlu terjadi lantaran kita semua tau bahwa Indonesia memiliki keragaman yang berbeda. Disini aku tidak membenarkan Ahmadiyah. Memang Pemerintah telah menerbitkan SKB (Surat Keputusan Bersama) dimana didalamnya memuat bahwa aliran Ahmadiyah adalah aliran yang menyimpang dari Islam dan sesat. Haruskah ada penghakiman oleh masyarakat untuk menghentikan ajaran tersebut ?Sungguh tindakan keji. Kelompok Ahmadiyah mungkin juga tidak salah karena mereka mempercayainya, tapi apakah masyarakat itu tau betul tentang agama ?Apakah mereka Tuhan atau malaikat atau bahkan mahluk diatas manusia yang tau menau tentang ajaran agama ?Adilkah tindakan semacam ini ?Bukankah agama mengajarkan kita untuk saling menghargai ?Bukankah agama diciptakan untuk menjaga kedamaian ?Seperti inikah wujud orang beragama ?
Siapa yang harus disalahkan dalam hal ini ?tentunya semua saling tunjuk untuk melempar kesalahannya. Sebenarnya sebuah perbedaan tidaklah perlu diperdebatkan. Menurutku, agama sama halnya dengan kepercayaan. Kalau seseorang telah memeluk agamanya, maka ia pasti akan menganggap kalau agamanya lah yang paling benar. Intinya, barang siapa yang memeluk agama, aliran atau kepercayaan masing-masing maka janganlah dipaksakan untuk beralih ke ajaran yang lain, kecuali kalau ajaran itu tidak menganut ajaran untuk perdamaian dan saling menghargai.
Saya turut berduka atas peristiwa ini dan semoga kehidupan beragama serta Bhineka Tunggal Ika tetap terjaga.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s