Sepak Bola di Indonesia

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang populer di masyarakat Indonesia. Mulai dari anak – anak kecil hingga remaja bisa dan suka memainkannya. Orang dewasapun bermain sepakbola di sela – sela kesibukannya. Sepakbola merupakan olahraga yang menyehatkan bagi badan kita. Sepak bola juga bisa dijadikan hiburan oleh penggemarnya yang sering disebut gibol (gila bola). Bahkan sepakbola juga bisa menjadi ajang taruhan bagi bandar judi. Namun sungguh ironis kalau kita mendengar berita mengenai sepakbola di Indonesia ini. Mulai dari kerusuhan supporter, gagalnya juara AFF karna kalah dengan musuh bebuyutan Malaysia, munculnya liga tandingan (LPI) sampai kepengurusan yang tidak jelas hingga saat ini.
PSSI, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Persatuan, apakah itu yang terjadi di dunia sepakbola kita ? Kata persatuan hanya berlaku untuk komplotan – komplotan tertentu. Dari hal supporter, kata persatuan juga hanya untuk blok – blok supporter tertentu, diluar itu adalah musuh. Berita tawuran antar supporter sudah menjadi konsumsi masyarakat. Seharusnya kata persatuan dapat diterapkan di semua kalangan yang berkaitan dengan sepakbola. Semua supporter, lapisan kepengurusan dan hal yang berkaitan dengan sepakbola bersatu untuk memperbaiki persepakbolaan di tanah air ini.
Akhir Desember, Timnas Indonesia dikalahkan oleh musuh bebuyutan Malaysia dalam putaran final piala AFF. Rumor yang beredar kekalahan Timnas didalangi oleh bandar judi besar yang memberikan fee kepada pengurus PSSI sehingga pemain Timnas tidak bermain dengan maksimal dan mendapatkan kekalahan.
Awal Januari, liga tandingan PSSI yaitu Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro bergulir di Solo.
Kini, akhir Maret terjadi kekisruhan pada Konggres PSSI yang menyebabkan tertundanya bursa pemilihan ketua umum PSSI periode selanjutnya. Mentri Negara Olahraga dan Kepemudaan selaku pihak pemerintahpun memberikan kartu merah kepada NH dkk untuk membekukan kepengurusannya. Hal ini memicu konflik diantara pihak – pihak yang sama merasa benar di media.
Tidak hanya pemerintah saja yang geram. Semua supporter dari seluruh Indonesiapun mengecam PSSI. Supporter – supporter itupun bergerak ke Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk demo, bahkan ada yang memborgol dirinya di sekretariat PSSI sampai revolusi PSSI benar – benar terjadi. Apakah dunia persepakbolaan di tanah air kita akan terus menerus mengalami hal seperti ini ? Seharusnya semua pihak dapat mengevaluasi apa yang terjadi dan menemukan solusi yang tepat untuk sepakbola tanah air kita. Kita sebagai masyarakat biasa hanya bisa menanti dan merasan solusi yang akan terealisasi. 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s