Aksi Depan Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kamis, 29 Maret 2012

Panggung aksi kini berpindah ke depan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta yang terletak di Kartosuro. Aksi yang merupakan gabungan dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan ini dimulai pukul 1 siang atau setelah solat dhuhur. Sebelumnya, aliansi mahasiswa UNS yang pada hari Rabu mengadakan aksi sosialisasi di UNS berkumpul di gedung Porsima untuk berangkat bersama – sama menuju panggung aksi di UMS. Masa UNS sekitar 50 orang mahasiswa dan mahasiswi berangkat dengan sepeda motor dan peralatan untuk aksi. Sekitar pukul 12 masa aksi terkumpul di sekretariat BEM UMS. Setelah solat, mereka melanjutkan aksi dengan berjalan dan berorasi untuk mengajak mahasiswa lain bergabung dengan mereka.
Hari itu saya tidak ditugasi sebagai korlap ataupun orator, melainkan sebagai aktor teatrikal (gambar diatas). Teatrikal yang saya bawakan berkisah tentang seorang pemuda yang ayahnya meninggal dan mengadu pada pemimpinnya yaitu Prabu SuBoYo namun tidak ada tanggapan. Suatu hari pemuda ini frustasi dan ingin berjanji akan menjadi seorang pemuda yang berguna, pemimpin bangsa yang tidak akan menindas rakyat kecil. Tiba – tiba terdengar suara dari langit, itu adalah suara Baginda Indonesia dan Ibu Pertiwi. Mereka memberi tahukan bahwa anak mereka Garuda bisa membantu pemuda itu. Tapi ternyata Garuda sudah mati dan pemuda itu menemukan kepalanya. Kemudian, pemuda itu ingin menjadi Garuda. Syaratnya adalah pergi ke gua hitam dan bersumpah untuk menjadi pemuda berguna. Akhirnya syarat itu dipenuhi dan pemuda itu memiliki jiwa seperti Garuda.
Pada teatrikal ini memang saya dituntut untuk melepaskan baju saya untuk telanjang dada dan melepaskan sepatu. Terik panas matahari membasuh tubuh ini, panas aspal melepuhkan kaki saya. Demi totalitas dan perjuangan, saya menahan rasa panas itu. Panas ini tidak sebanding dengan penderitaan rakyat miskin jika kenaikan BBM bersubsidi benar – benar dilaksanakan. Pada aksi ini sempat ada salah seorang kawan saya yang pingsan karena kepanasan dan belum pernah mengikuti aksi. Namun, semua bisa dikendalikan dan saya mengantarkannya ke rumah. Aksi ini berakhir pada pukul 4 sore dan berjalan dengan lancar, damai serta tertib.
Liputan media :
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s