Pendidikan Ideal Untuk Penerus Bangsa


            Pendidikan merupakan proses untuk meningkatkan, memperbaiki, mengubah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap serta tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mencerdaskan kehidupan manusia melalui kegiatan bimbingan pengajaran dan pelatihan. Semua warga negara wajib mendapatkan pendidikan, pendidikan dapat menaikan harkat dan martabat suatu bangsa. Sesuai dengan cita – cita Indonesia mensejahterakan bangsa, maka pendidikan harus digalakan dan diberikan kepada seluruh warga Indonesia dengan merata. Lalu pertanyaannya, pendidikan seperti apa yang ideal untuk Indonesia ?Beberapa tokoh mendiskusikannya pada kegiatan “Seminar Nasional dan Lokakarya Pendidikan Indonesia : Mau Dibawa Kemana ?” yang diadakan oleh BEM FH Universitas Diponegoro di Hotel Pandanaran. Kegiatan ini berlangsung dari 30 April 2012 – 1 Mei 2012. Momen ini diadakan untuk memperingati hari pendidikan nasional.
            Seminar nasional yang dihadirkan dalam kegiatan ini antara lain Prof Sudharto PH MES,PhD (Rektor Universitas Diponegoro), Prof. Ir. Eko Budihardjo, MSc (Mantan rektor Universitas Diponegoro, budayawan), Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA (Direktur Jendral BIMAS Islam Kemenag RI) dan Habiburrahman El Shirazy (Penulis novel ayat – ayat cinta). Para pembicara memaparkan pandangannya masing – masing mengenai pendidikan yang ideal untuk Indonesia. Prof Sudharto PH MES,PhD memaparkan pentingnya peran Pancasila terhadap pendidikan. Di era saat ini, kemerosotan terhadap idiologi pancasila dinilai merosot. Bahkan perkembangannya, Pancasila dapat diplesetkan dengan beberapa versi. Kesaktian dari pancasila telah musnah. Secara fisik misalnya Taman Pancasila dan Gedung Pancasila yang berada di Semarang kini telah digusur dan dijadikan mall. Ini menandakan Pancasila sudah dijajah oleh kapitalis. Prof. Ir. Eko Budihardjo, MSc menilai pendidikan di Indonesia kurang menerapkan konsep budaya Indonesia, terlebih kita menemui banyak kearifan lokal di berbagai daerah.
            Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA menilai kedua aspek itu masih kurang menunjang sistem pendidikan di Indonesia. Indonesia merupakan negara berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa sehingga kehidupan di negara ini tidak terlepas dari agama. Pendidikan saat ini tidak melulu menyangkut ilmu duniawi, melainkan juga pendidikan berbasis agama. Sitem pendidikan berbasis agama berada dibawah pengawasan Kementrian Agama. Di perguruan tinggi kita bisa menemui IAIN (Institut Agama Islam Negeri), di pendidikan sekolah menengah dan pertama ada MA (Madrasah Aliwiyah) dan MT (Madrasah Tsanawiyah). Pondok pesantren bukan pendidikan ynag berkelas rendah lagi, kita bisa menemui pondok pesantren modern yang dapat bersaing dengan sekolah – sekolah umum lainnya. Ketiga aspek ini cukup untuk menjadi pondasi pendidikan Indonesia. Namun realita di lapangan menunjukan hal yang berbeda, Habiburrahman berpendapat bahwa di kalangan orang tua, mereka tidak memperdulikan tentang subtansi dari proses pendidikan itu. Di benak mereka, mereka berharap untuk bisa menyekolahkan anak – anaknya dengan biaya yang murah. Setelah anak – anaknya lulus dari bangku sekolah, orang tua berharap anaknya agar bisa mendapatkan kerja dan menghasilkan uang.
            Di kesempatan yang sama juga sempat disinggung mengenai perguruan tinggi yang ideal. Pendidikan tidak hanya intelek dengan pola pikir, tapi juga dibutuhkan kesehatan jasmani dan rohani. Tidak jarang kita menemui adanya sebuah perguruan tinggi, baik itu sekolah tinggi, institut atau universitas yang lokasinya seperti “rumah toko” dan hanya bisa menuntut ilmu tetapi tidak ada sarana untuk olahraga dan ibadah. Para pembicara berpesan agar semua peserta seminar untuk menjaga semangatnya menuntut ilmu agar harkat dan martabat bangsa ini dapat diangkat.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s