The First Time Car Free Day Solo

Mentari pagi menyapa ketika saya membuka mata untuk memulai kehidupan. Akhir pekan yang menyenangkan jika mengisi hari Minggu ini dengan kegiatan. Setelah beranjak dari kasur dan solat shubuh, hidangan berita di TV menjadi santapan yang pertama buat saya. Tidak begitu lama menonton berita di TV, saya bergegas untuk sikat gigi dan cuci muka. Setelah itu saya menuju lokasi caf free day (CFD) Solo yang sama sekali saya belum pernah ke lokasi tersebut.
Jalan Slamet Riyadi adalah jalan protokol yang digunakan oleh Pemerintah Kota Solo untuk mengadakan agenda rutin mingguan ini. Si biru, motor kesayangan saya telah berada di tempat aman dan beristirahat sejenak dibawah pohon dengan pengawasan tukang parkir. Hanya menggunakan sandal jepit, celana kolor dan jaket coklat saya berjalan dengan percaya diri menyusuri jalan protokol yang sudah disterilkan dari kendaraan bermotor. Awalnya canggung karena berjalan sendirian tanpa kawan ataupun pasangan, tapi saya cuek. Solo Grand Mall menjadi awal mulai saya berjalan hingga ke arah patung Slamet Riyadi. Mungkin jika dihari biasa dan penuh kendaraan saya bisa merasa kelelahan berjalan sepanjang jalan ini, tapi berhubung ini CFD jadi tidak ada rasa lelah di tubuh saya.
Momen CFD ini dimanfaatkan oleh beberapa kalangan untuk mencari rejeki tambahan. Di sepanjang jalan yang saya telusuri, saya mendapati banyak lapak pedagang yang menjual berbagai makanan dari yang hanya jajanan biasa sampai jajanan yang bermerk. Selain itu, saya juga menemui ada semacam sebuah komunitas pecinta anjing. Anjing – anjing yang dimiliki bukan sembarangan anjing, jenisnya semacam anjing yang ada di kartun Tom and Jerry, entah jenis anjing apa itu. Awalnya saya mendekat karena penasaran tapi lama – lama saya takut karena melihat giginya yang tajam, apalagi badan saya yang kurus, bisa – bisa saya dipikir tulang berjalan. Di tengah jalan, ada sesuatu yang mencuri perhatian saya. Saya melihat ada seorang aktivis yang mengajak warga Solo untuk memilih Solo sebagai kota budaya di New7Wondersdan mengajak warga Solo untuk cinta damai karena pada saat itu sempat terjadi bentrokan di salah satu wilayah di Solo.
Tak terasa juga saya sudah menyusuri jalan Slamet Riyadi yang lumayan panjang. Bisa dibilang latihan buat aksi long march mengingat saya adalah staff jaringan dan propaganda di BEM FH UNS. Perut ini tidak bisa berkompromi, saya melihat ada sebuah stan yang menjual pempek Palembang. Tanpa pikir panjang saya menghampiri dan melahap makanan itu. Saya juga sebenarnya ingin makan pempek dari jauh – jauh hari, tapi di Solo belum menemukan tempat yang menjual makanan itu. Piring pempek sudah bersih, itu artinya saya harus menyudahi jalan – jalan CFD ini dan kembali ke kos. Dengan perut yang sudah lumayan kenyang, saya berjalan menuju tempat parkir dimana Si Biru menanti. Saya pulang menuju kos dan melanjutkan hari akhir pekan saya. CFD yang seru !
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s