CFD Solo – Astana Giribangun

Minggu pagi saya bangun pukul 7 pagi. Kejadian yang lucu, saya terbangun karena Mas Kuncoro (Presiden BEM) mengeluarkan kata – kata “es tung – tung”. Hari ini saya tidak tidur di kosan tapi di sekretariat BEM (lagi). Hari Sabtu malam sebelumnya saya melihat pertunjukan Solo Batik Carnival di Jalan Slamet Riyadi. Rupanya hari ini saya juga harus kembali ke Jalan Slamet Riyadi lagi. Tapi kali ini tidak untuk menyaksikan SBC kedua kalinya, saya membantu teman saya dari Kementrian Sosial Masyarakat BEM FH UNS Aldi, Sastika dan Arko untuk publikasi acara mini konser yang akan dilaksanakan pada 23 Juli besok. Saat publikasi saya bersama mereka dan Mas Kuncoro. Di tengah jalan saat publikasi saya juga bertemu dengan Mas Ucup (Adiwena Yusuf FSSR 2008) yang sedang jalan – jalan. Sebelumnya saat SBC saya juga bertemu dengannya.

Kira – kira jam 9.30 saya dan teman – teman kembali ke sekretariat. Sebelum kembali, kami menyempatkan sarapan pagi makan bubur ayam di belakang kampus. Saat sarapan, Ivan SMS saya untuk mengingatkan tour ke Astana Giribangun, makam Soeharto Presiden Ke-2 Indonesia. Setelah selesai sarapan, kami langsung ke sekretariat BEM. Disana saya tertidur lagi, dan lupa bahwa saya ada janji untuk segera bersiap – siap tour.

Sekitar pukul 11 saya terbangun dan sudah ada Ivan. Sebelum berangkat, saya mandi. Yang berangkat ke Astana Giribangun adalah saya, Ivan, Aldi dan Mbak Mano. Saya berangkat kira – kira jam 12. Mbak Mano menunggu di depan komplek perumahannya yang juga sejalan. Sempat terjadi sedikit insiden yang hampir membuat Ivan dan Mbak Mano kecelakaan. Ada mobil avanza yang menurut saya membahayakan pengguna jalan lainnya. Mobil itu hendak mendahului mobil depannya, tapi tidak menyalakan lampu sein sehingga ketika Ivan hendak mendahuluinya, mobil itu juga ke kanan sehingga posisi Ivan terjepit. Tapi untunglah tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sekitar jam 1 saya sampai di Astana Giribangun dimana Soeharto dimakamkan. Tempatnya bagus, bangunannya megah dan terawat. Biaya masuknya juga gratis pula. Sebelum masuk ke area pemakaman, saya lapor dulu di pos depan untuk mendapatkan semacam surat ijin itu. Tidak susah, hanya melampirkan KTP saja. Setelah mendapat ijin saya masuk area pemakaman. Area itu cukup luas dan akhirnya saya masuk ke area pemakaman milik Soeharto. Disana saya hanya berdoa ala kadarnya karena tidak tau doa apa yang harus saya bacakan. Disana tidak diperbolehkan mengambil gambar, tapi disediakan jasa foto yang biayanya Rp 20.000,-. Area tempat dimakamkannya Soeharto tempatnya khusus dan ada pagar pembatasnya sehingga kita harus tertib dan mengikuti aturan dari penjaganya. Lalu, saya melanjutkan ke pemakaman Mangkunegaran yang letaknya bersebelahan tapi beda area. Sebelum kesana, saya solat dhuhur dahulu karena belum solat.

Saya lanjutkan perjalanan ke pemakaman Mangkunegaran. Tempat ini berbeda dengan Astana Giribangun yang terlihat modern dan megah. Di tempat ini suasana tradisional dan mistis masih kental. Untuk menuju pemakaman Mangkunegaran, saya juga mengisi buku tamu dan surat ijin. Namun, disini saya memberi uang kepada juru kunci melalui kotak yang disediakan, se-iklasnya saja. Untuk menuju pemakaman, saya dan teman – teman melewati jalan setapak, letaknya lebuh tinggi dari Astaga Giribangun. Cukup melelahkan memang. Saya berjalan sekitar 20 menit untuk sampai tujuan. Sesampainya disana, saya harus melepas alas kaki dan menemui juru kunci, sedikit ada ritual dan petuah memang. Saya, Aldi dan Ivan naik ke area pemakaman. Suasananya memang mistis dan tradisional. Bahkan untuk menuju pemakaman saya diharuskan jalan jongkok. Tidak makan banyak waktu, saya menyudahi ziarah ini. Saya kembali dan menemui Mbak Mano yang menanti dibawah. Saya putuskan untuk pulang, sebelum pulang saya solat ashar dahulu karena waktu sudah jam 3 sore.

Akhirnya terbayar sudah rasa penasaran saya. Sudah lama memang saya ingin mengunjungi tempat itu. Tak lain, saya hanya ingin tau tempat itu dan mendoakan pemimpin yang pernah berjasa di negeri ini, terlepas ada hal yang negatif darinya. Saya sampai di sekretariat jam 5 sore. Lelah memang, tapi saya senang. Sayang, tidak banyak teman yang bisa saya ajak karena pulang ke kota asal mereka

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s