Pondasi Hambalang, Pondasi Moral Pejabat Kita

Hambalang, sebuah hamparan wilayah luas yang kini sedang dosorot oleh masyarakat. Wilayah ini digunakan untuk proyek dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. Proyek yang dinilai janggal dari awal ini kini sedang didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi karena menelan biaya APBN yang cukup fantastis. Dana pembangunan untuk proyek ini meningkat dari awalnya 200 miliar rupiah menjadi 2,4 triliun rupiah. Hingga saat ini KPK telah mendapatkan berbagai keterangan, termasuk M. Nazarudin yang kini menjadi tahanan korupsi.

Kejanggalan tersebut tidak hanya dari segi biaya proyek tersebut, struktur yang digunakan sebagai konstruksi dan pondasi bangunan tersebut rupanya juga sebenarnya tidak layak untuk dijadikan bangunan proyek dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. Menurut beberapa ahli, struktur tanah di salah satu wilayah Bogor itu tidak dimungkinkan untuk didirikan bangunan, apalagi bangunan mega proyek sekelas pusat olahraga seperti yang direncanakan. Salah satu yang mencetuskan pernyataan tersebut adalah Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono. Struktur tanah di Hambalang berupa batuan lempung. Batuan yang seperti ini tidak mungkin direkayasa untuk bisa didirikan bangunan apalagi hunian. Alasan struktur tanah ini bisa menjadi alasan penguat bagi KPK megusut kasus ini. Bahan ini bisa dijadikan fokus oleh KPK.

Berbicara mengenai pondasi dan struktur tanah di proyek Hambalang, penulis mencoba mengimplementasikan dengan pondasi dan struktur moral pejabat di negara. Adanya dugaan kasus korupsi proyek Hambalang yang sedang ditangani KPK ini mengindikasikan adanya praktek korupsi yang telah dilakukan pejabat yang terlibat dalam proses proyek ini. Satu per satu dimintai keterangannya oleh KPK, hingga saat ini telah 70 orang dimintai keterangannya. Ini menandakan bahwa pondasi dan struktur moral pejabat negara kita tidak kuat, sama halnya sifat tanah di Hambalang yang berupa batuan lempung. Batuan lempung tidak akan kuat menahan tanah bilamana terkena arus aliran air. Begitupula dengan mental penyelenggara negara kita, bisa dikatakan mereka juga terkena arus pusaran sistem yang membudaya sehingga kita menjumpai di berbagai media tentang perilaku menyimpang tersebut, yaitu korupsi.

Bisa kita lihat perkembangan kasus korupsi yang terjadi di lembaga – lembaga negara. Satu per satu mulai diusik oleh keberadaan KPK. Di badan legislatif kita bisa melihat bagaimana anggota dewan dicatut KPK. Di badan eksekutif, kementrian – kementrian negarapun tidak luput oleh sorotan KPK. Mulai dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementrian Keuangan, Kementrian Pemuda dan Olahraga dan terakhir Kementrian Agama. Rasanya KPK mengabsen lembaga – lembaga negara, satu per satu tidak luput dari sorotannya.

Ini menyebabkan ketidakpercayaan publik terhadap pelayanan negara, misalnya membayar pajak. Cermin masyarakat yang mulai marah terlihat ketika ada kejadian salah seorang masyarakat yang berani membacok jaksa usai menjalani persidangan.

Pondasi struktur batuan lempung tidak akan bisa menahan arus dan membangun sebuah gedung. Analoginya gedung itu adalah negara Indonesia. Harapan kedepan mental dan moral batuan lempung itu tidak ada sehingga penyelenggaraan negara berdasar konsep good government dapat tercapai.

Manfaatkan Momentum Bulan Ramadan

Bulan ramadan merupakan saat yang dinantikan oleh semua kalangan umat muslim, di bulan penuh berkah ini umat manusia muslim menjalankan ibadah puasa guna menahan lapar dan hawa nafsu. Di negara Indonesia yang mayoritas menganut agama Islam, tentu menjalankan ibadah yang diwajibkan ini. Diharapkan ibadah yang dijalankan tidak hanya sekedar formalitas belaka mengejar momen 1 tahun sekali. Bila ibadah yang dilakukan oleh masyarakat dan pejabat di Indonesia dilakukan dengan keberlanjutan, niscaya keberkahan akan turun untuk seluruh masyarakat dan penyelenggara negara agar tidak memiliki sifat tamak dan pondasi moral yang kuat.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s