Ospek Ajang Perebutan Kader

Setiap tahun datang penerus bangsa dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi. Sebuah agenda tahunan dirancang oleh para kakak senior angkatan atas untuk mengadakan sebuah ritual yang dianamakan ospek. Kegiatan seperti ini tidak asing lagi di telinga kita, sebelum menginjakan kaki kita ke dunia perkuliahan, para (calon) mahasiswa itu sudah mengalami hal yang sama saat awal masuk di sekolah menengah. Mereka sebenarnya pernah menjalani kegiatan semacam ini yaitu MOS, hanya saja saat ini bernama ospek.

Aktivitas mahasiswa baru (maru) pertama kali tidak lain yaitu ospek. Perlunya diadakan sebuah ospek adalah untuk mengenalkan dunia kampus dan seisinya serta merubah paradigma angkatan baru dari siswa menjadi seorang mahasiswa. Label mahasiswa sebagai agent of change sudah melekat di diri mereka. Di kesempatan ini seyogyanya para senior yang tergabung dalam kepanitiaan mengenalkan mahasiswa baru mengenai birokrasi kampus, kegiatan akademis dan non akademis. Hal ini perlu dilakukan mengingat aktivitas di sekolah dan dunia kampus berbeda. Mahasiswa yang notabennya telah dewasa harus bisa mengurus keperluannya sendiri. Selain itu juga di masa ospek mahasiswa baru bisa saling kenal  sehingga kedepannya mereka bisa solid dan bersatu. Tapi seiring berjalannya waktu, para mahasiswa itu nanti memiliki kepentingan berbeda – beda ketika sudah menjadi mahasiswa, ada yang hanya berorientasi pada akademik, organisasi, belajar sambil kerja dan bahkan hanya untuk sekedar membahagiakan orang tua.

Tugas

Setiap kegiatan ospek disisipi sebuah aktivitas penugasan, baik tugas individu maupun tugas kelompok. Tujuan dari diberikannya tugas itupun bervariasi pula. Awalnya tugas diberikan sebagai latihan untuk nanti saat mulai perkuliahan. Selanjutnya fungsi dari tugas lebih bervariatif, para senior menilai tugas juga berfungsi untuk hukuman bagi mahasiswa baru yang melanggar peraturan ospek, tugas kelompok untuk lebih mengakrabkan mahasiswa baru dengan teman – teman seangkatan. Tugas – tugas yang diberikan bermacam – macam, mulai dari yang dianggap wajar hingga tidak wajar. Tugas yang dianggap wajar antara lain membuat tulisan esai, makalah, tulis tangan dan juga diketik dengan ketentuan dari panitia. Sedangkan untuk tugas yang dianggap tidak wajar yaitu menggunakan atribut dari bahan – bahan yang tidak mudah untuk dibuat.

Organisasi Kampus

Di dunia kampus mahasiswa sudah mengenal mengenai politik. Istilah politik yang dimaksud disini bukanlah politik seperti yang kita jumpai di media masa. Politik yang dimaksud adalah politik kampus. Unsur pendukung dari politik kampus disini antara lain organisasi – organisasi kampus. Organisasi inipun ada 2 macam, yaitu organisasi internal kampus dan organisasi ekstra kampus. Organisasi internal kampus berbeda dengan UKM. Organisasi internal kampus berada dibawah yuridis dan legalitas kampus (fakultas atau kampus). Organisasi internal kampus antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) selaku lembaga eksekutif dan Dewan Mahasiswa (DEMA) selaku lembaga legislatif. Tidak semua kampus menggunakan dua istilah tersebut tapi arah subtansi arah pergerakannya sama. Sedangkan organisasi eksternal adalah organisasi yang berkedudukan di luar kampus dan tidak boleh masuk kampus, ini sudah diatur pada SK Dikti 26 tahun 2002. Contoh organisasi eksternal yang cukup dikenal antara lain HMI, KAMMI, GMNI, PMII, PMKRI dan lainnya. SK Dikti tersebut juga mengatur bahwa mereka tidak boleh bergerak didalam kampus untuk membuka sekretariat dan atau melakukan politik praktis di kampus.

Mengambil Kesempatan Membantu Mengerjakan Tugas

Smua organisasi kampus tentunya membutuhkan kader baru untuk mengestafet pergerakan berdasarkan idiologi dan aliran yang mereka anut. Organisasi eksternal yang dilarang melakukan pergerakan di kampus memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari perhatian para mahasiswa baru untuk bergabung. Mereka (organisasi eksternal) tidak bisa memperkenalkan diri mereka di depan mahasiswa baru secara gamblang, maka mereka bergerak dengan gerilya diam – diam dengan cara membantu mengerjakan tugas mahasiswa baru. Bahkan kemungkinan ada panitia yang tergabung dalam organisasi eksternal membocorkan tugas kepada mahasiswa baru. Dari tahun ke tahun, praktek semacam ini dilakukan. Bahkan mereka mencari celah bagaimana mereka bisa tetap eksis walaupun dilarang, misalnya memasang spanduk ucapan selamat datang di depan gerbang kampus –  mengingat gerbang kampus sudah bukan area steril untuk mereka. Mereka saling berebut kader di masa ospek ini. Tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perpecahan diantara mahasiswa karena hal – hal seperti ini.

Kembali lagi, fungsi pentingnya ospek disini sebagai sarana perkenalan dunia kampus dan mahasiswa maka diharapkan dengan momen ini mahasiswa baru memiliki wawasan luas tentang itu. Mahasiswa baru sebagai obyek dari ospek seharusnya diberi pembekalan mengenai gerakan mahasiswa sehingga nantinya ketika berakhirnya masa ospek, mereka dapat berkontribusi terhadap lingkungan sekitar, masyarakat, bangsa dan negara. Suatu saat mereka pasti akan memilih jalannya untuk bergerak dan berkarya dengan tempat yang sesuai dengan pemikiran mereka. Semoga ospek di perguruan tinggi manapun memiliki satu tujuan yaitu mencetak mahasiswa – mahasiswa baru menjadi mahasiswa yang kreatif dan kontributif tanpa adanya kepentingan – kepentingan lain dari panitia ospek itu sendiri sehingga tri darma perguruan tinggi pendidikam, penelitian dan pengabdian masyarakat dapat terwujud melalui mahasiswa barunya itu.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s