Kepala Desa Sebelah

Pemilihan kepala desa akan dilaksanakan pada satu bulan lagi, masyarakat desa Merguro mulai ramai membicarakan para kandidat yang akan tampil dalam pentas demokrasi tingkat desa ini. Kepala desa saat ini dijabat oleh Pak Beni dengan masa jabatan seharusnya lima tahun. Pemilihan kepala desa kali ini tidak sesuai dengan periodenya dikarena Musyawarah Tokoh Desa tidak menjalankan tugasnya dengan baik.

“Harusnya kan Pilkades ini dilaksanakan bulan Desember ya Pak?”, Ucap Udin salah satu warga disela – sela ia mencangkul lahan garapannya.

“Betul, la kok ini malah mundur sampai tiga bulan? Saya juga heran Pak”, Rahmat menyahut celetukan Udin

Pak Beni memang dikenal keras, pemikirannya visioner, dikenal baik oleh banyak kepala desa lain di tingkat kabupaten maupun luar kabupaten. Maklum ini terjadi, karena sebelum menjabat sebagai kepala desa Pak Beni adalah kepala humas di pemerintahan desa periode sebelumnya. Saat pemilihan kepala desa, sebenarnya Pak Beni tidak ingin maju sebagai kandidat. Karena desakan masyarakat dan demi melanjutkan pemerintahan sebelumnya, akhirnya beliau memutuskan untuk maju.

Karena syarat untuk menjadi kepala desa tidak boleh dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), akhirnya beliau mengundurkan diri sebagai PNS dan meluruskan niatnya untuk maju. Segala persyaratan mulai administrasi hingga teknis telah ia penuhi, saat debat calon ia terlihat mendominasi. Bahkan salah seorang panelis yang berlatar mantan birokrat sempat mengatakan bahwa ia tidak ingin memberikan pertanyaam karena apabila ia memberikan pertanyaan, itu sama saja halnya mengangkat posisi dari Pak Beni karena Pak Beni sudah banyak makan asam garam.

“Wajar saja jika kalau Pak Beni ini mendominasi, dia sudah menguasai lapangan kok”, celetuk salah seorang warga yang menyaksikan debat calon kepala desa.

Setelah segala tahapan dilalui, akhirnya hari yang dinanti tiba. Pak Beni menang atas dua calon lainnya. Pemerintahan periode Pak Beni dimulai. Memang benar, dengan pemikirannya yang visioner, ia merombak sistem kerja pemerintahannya. Pensiunan pemerintahan desa sebelumnya terkejut dengan sistem ini. Ia menilai bahwa pemerintahan desa tidak sama dengan tempat lain. Baginya pegawai disini dibayar untuk melayani warga, sehingga apabila tidak maksimal dalam melayani maka dipersilahkan untuk mengundurkan diri.

Rupanya pernyataan itu direalisaskan olehnya. Karena beratnya tugas yang diemban, akhirnya sekretaris desa dan beberapa kepala bagian mengundurkan diri dengan alasan tidak mampu mengimbangi visi Pak Beni. Melihat kondisi ini, Pak Beni dengan cepat merotasi pegawainya dengan harapan agar visinya dapat tercapai. Pak Beni awalnya mengira bahwa pemerintahannya akan berakhir sesuai dengan periodenya, program kerjanya dikerjakan dengan padat. Bahkan karena padatnya program kerja, ia sempat membuka lowongan pegawai baru.

Ternyata perkiraan Pak Beni ini meleset, periodenya diperpanjang hingga kurang lebih tiga bulan. Di bulan Desember lalu, beberapa pegawainya ada yang sudah menginjak masa pensiun, sehingga ia hanya bekerja dengan beberapa pegawainya yang masih usia muda. Namun, beberapa pegawainya juga ada yang mengundurkan diri karena akan mencalonkan diri menjadi Musyawarah Tokoh Desa.

Setelah lama memimpin periode tambahan, pengumuman Pilkadespun muncul. Cerita tahun lalupun tidak terulang, tidak ada pegawai Pak Beni yang akan meneruskan estafet kepemimpinannya. Awalnya banyak yang mengira kepemimpinan ini akan dilanjutkan oleh Pak Bima, sosok anak muda yang telah lama menjadi tangan kanan Pak Beni saat menjadi humas hingga kepala desa. Tapi prediksi masyarakat meleset karena Pak Bima dan beberapa rekannya mencalonkan diri menjadi Musyawarah Tokoh Desa.

Pilkades telah usai, kepala desa dan Musyawarah Tokoh Desa telah terpilih. Namun, pelantikan masing – masing juga belum jelas kapan. Kepala desa terpilih memprovokasi warga bahwa Pak Beni tidak ingin lengser dengan berbagai alasan, padahal Pak Beni-pun sebenarnya bisa mengundurkan diri dari jabatannya karena sebenarnya masa jabatannya telah selesai. Tapi karena alasan sosiologis masih banyaknya warga yang mengurus KTP, akta kelahiran dan surat lainnya Pak Beni rela memperpanjang masa jabatannya dengan beberapa pegawainya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s