Sekilas Tentang FGD “Perlunya Pemira Serentak”

Selasa, 8 Oktober 2013 akan menjadi titik sejarah baru bagi DEMA dan UNS. Itulah harapan yang disampaikan oleh rekan saya Aldi yang juga Anggota DEMA FH UNS Hubungan Luar. Bertempat di ruang kelas FH UNS, DEMA FH UNS mengadakan FGD bertema perlunya pemira serentak. Terdapat tujuh poin kajian dalam FGD ini. FGD ini tentunya juga mengundang seluruh DEMA di UNS untuk berpartisipasi.

Pada kesempatan ini, saya menjadi fasilitator diskusi “pembenahan sistem”. Saat itu yang hadir pada grup ini adalah Saudara Rahman (Ketua DEMA FK), Saudara Aji (Mantan aktivis BEM FH), Saudara Andy (DEMA FH). Sebagai awal diskusi saya memberikan pemantik sebagaimana yang saya ketahui selama ini ketika menjadi Anggota DEMA ataupun Anggota BEM saat itu. Berbekal struktur KBM UNS dan AD-ART nya, diskusi menjadi semakin berbobot. Grup ini menyadari bahwa ketidakberesan yang terjadi pada pemerintahan mahasiswa di UNS ini dikarenakan tidak adanya komunikasi baik dari up to down ataupun bottom to up, pernyataan ini dilontarkan oleh Saudara Rahman.

KBM UNS

Struktur KBM UNS

Struktur ini sebenarnya sudah disosialisasikan pada tahun 2012. Saat itu saya dan Saudari Ismi (Sekjend BEM FH 2012) pernah memberikan pernyataan menolak struktur KBM UNS ini. Pertama, karena struktur ini tidak sesuai dengan keadaan di FH. Kedua, tidak adanya komunikasi antara DEMA UNS dengan lembaga tingkat fakultas untuk membahas ini. Ketiga, tidak ada konsekuensireal apabila terdapat pembangkangan oleh pihak yang tercantum pada struktur KBM UNS.Keempat, kualitas SDM BEM DEMA tingkat universitas tidak menjamin terkelolanya pemerintahan mahasiswa yang baik. Sebagai contoh Presiden BEM UNS saat ini hanya berlatar belakang Menteri di tingkat fakultas, tidak seperti di UI yang saat itu Ketua UI dijabat oleh mantan Ketua FMIPA sehingga kredibilitasnya dapat terlihat.

Mengapa Perlu Pemira Serentak?

Alasan utama mengapa perlu serentak adalah untuk memperbaiki sistem. ITB membutuhkan waktu sampai 20 untuk membentuk struktur yang saat ini kita kenal dengan nama KM ITB (Keluarga Mahasiswa). Keinginan dari teman-teman DEMA FH adalah adanya pemerintahan mahasiswa berjenjang yang ideal. Saat ini fakta dilapangan pemira dilaksanakan sendiri-sendiri. Ini akan menimbulkan transfer ilmu dan keberjalanan organisasi yang tidak sinkron antar fakultas dan universitas. Contoh real yang terjadi misalnya pengawalan isu Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pengawasan kebijakan ini dimulai tahun 2012 dan dilanjutkan hingga saat ini. Presiden BEM FISIP dilantik sekitar bulan Juni, Presiden BEM FKIP dilantik bulan April, Presiden BEM FH baru dilantik bulan Juli, BEM FSSR baru saja pemira. Apabila ada forbes Dagri, otomatis pemerataan informasi atau transfer ilmu tidak akan merata sehingga pengawalan isu tingkat universitas tidak maksimal.

Adanya struktur KBM UNS yang pernah dipublikasikan, harusnya DEMA UNS juga mendukung gagasan ini karena untuk menunjang pemerintahan mahasiswa yang baik tentu dibutuhkan SDM yang matang. Misalnya saja ada Presiden fakultas yang ingin melanjutkan karirnya di tingkat universitas, apabila waktu pemira tidak bersamaan akan ada waktu tunggu baginya atau harus mengundurkan diri dari Presiden fakultas di sisa masa jabatan untuk mencalonkan diri maju ke universitas. Saya rasa apabila pemira dapat dilaksanakan serentak, jenjang karir para aktivis bisa lebih berkembang. Dan yang lebih penting lagi saya rasa DEMA dan BEM universitas akan dihormati di tingkat fakultas karena kontribusinya di fakultas sebelumnya jelas dan real.

Kesimpulan

Pada sesi terakhir FGD ini ditariklah beberapa kesimpulan dimana sebenarnya label DEMA yang dikenal pasif dapat ditampik, buktinya pada FGD ini bisa terkumpul para ketua DEMA fakultas. Kegiatan FGD ini baru awal untuk melakukan perubahan, maka dibutuhkan komitmen dan forum lanjutan untuk menindaklanjuti ini. Berhubung DEMA merupakan lembaga politik tahunan, tidak ada jaminan Anggota DEMA yang akan datang melanjutkan gagasan ini sehingga harus dibuat kegiatan tindak lanjut untuk dijadikan tolak ukur di tahun ini. Walaupun pemira serentak masih sebuah gagasan, tapi dengan adanya niat baik dan komitmen dari DEMA FK, FMIPA, FP, FISIP dan FH yang mau melaksanakan pemira di bulan November-Desember ini akan bisa dijadikan patokan dan evaluasi di tahun depan agar cita-cita pemira serentak dapat terwujud. Sayangnya pada kesempatan ini DEMA UNS tidak hadir, padahal DEMA fakultas menyampaikan keluhannya kepada DEMA UNS yang tidak pernah ada komunikasi kepada mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s