Penggunaan Hak Jawab (Studi Kasus GMNI)

Saat  ini mencari informasi yang saat ini berkembang di tengah masyarakat itu mudah. Sebelum adanya teknologi, masyarakat bisa mendapatkan berita hanya melalui media cetak saja seperti koran, majalah atau buletin. Seiring berkembangnya jaman, berita kini dapat diakses melalui media online bahkan gratis. Informasi dari berbagai macam media bisa kita nikmati saat kita berinteraksi di twitter sekalipun.

Namun, tidak jarang juga beberapa kalangan yang mengkonsumsi berita dengan media cetak: koran dan majalah. Memang media online dan siaran TV bisa update berita dengan cepat, tetapi saya salah satu masyarakat yang suka membaca koran dan majalah mingguan. Bervariasinya pers menjadikan kita juga harus kritis terhadap pemberitaan yang diberikan, tidak jarang pers juga melakukan kesalahan. Hal ini biasa, asal ditanggapi dengan wajar karena sejatinya kebebasan pers juga telah diatur dalam perundang-undangan.

Hak Jawab GMNI

Koran KOMPAS dan Majalah Mingguan TEMPO menjadi pilihan saya sejak duduk di semester satu. Ada kolom yang menarik bagi saya saat membaca TEMPO Edisi 7-13 Oktober 2013 ini. Pada bagian kolom surat terdapat Hak Jawab oleh GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), salah satu organisasi kemahasiswaan di Indonesia yang menyatakan organisasinya independen dan bukan merupakan underbouw dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Kali ini GMNI menanggapi tulisan TEMPO Edisi 9-15 Oktober 2013 pada halaman 41-42 yang menuliskan GMNI sebagai underbouw (PDI-P). Hak jawab tersebut ditulis langsung oleh Twedy N. Ginting Ketua GMNI sendiri.

Hak Jawab

Menurut Pasal 1 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya. Juniver Girsang dalam buku Penyelesaian Sengketa Pers (2006) menyebutkan bahwa hak jawab biasanya digunakan untuk kasus kekurangan atau kelemahan berita yang tidak terlalu fatal dampaknya, seperti kelengkapan fakta, tambahan penjelasan, melengkapi berita sepihak, atau mempersoalkan akurasi. Dengan menanggapi, meluruskan, atau melengkapi informasi dan opini berita yang tidak akurat, diharapkan berita bersangkutan menjadi seimbang. Pelayanan hak jawab biasanya ditempatkan pada rubrik surat pembaca. Pendapat Lukas Luwarso dalam buku Kebebasan Pers dan Penegakan Hukum (2003) menambahkan bahwa hak jawab dapat dimuat pada halaman dimana berita sebelumnya dimuat.

Dari contoh hak jawab GMNI yang saya berikan diatas saya spontan mencari arsip Majalah Mingguan TEMPO saya. Tidak sulit memang membongkar arsip saya karena memang saya atur agar mudah dicari. Akhirnya yang saya cari saya temukan. Saya menyoroti Majalah MingguanTEMPO Edisi 22-28 Juli 2013 halaman 104. Pada paragraf tujuh dituliskan “…… Mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), organisasi mahasiswa kader PKS”. Jika diartikan secara sederhana saya yakin kebanyakan orang akan menilai bahwa KAMMI merupakan organisasi yang berafiliasi dengan PKS. Terlepas KAMMI itu sebagai organisasi kemahasiswaan yang mengusung slogan Ekstra Parlementer sebagai simbol independensinya, harusnya pihak yang bersangkutan menuliskan hak jawabnya seperti apa yang dilakukan oleh GMNI. Penyikapan seperti ini saya rasa perlu dilakukan untuk membersihkan nama baik KAMMI dan anggota KAMMI itu sendiri.

Tulisan ini hanyalah sedikit pencerdasan saja bagi semua orang yang mungkin pernah merasa dirugikan oleh pemberitaan di media, karena Rasulpun pernah mengatakan “sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”. Masih ada beberapa hak – hak yang perlu pembaca ketahui untuk menghadapi ramainya pemberitaan pers dengan berbagai latar belakang kepentingan yang ada, terlebih lagi sudah bukan rahasia jika beberapa pemilik pers adalah orang partai.

Referensi

UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers

Buku Penyelesaian Sengketa Pers oleh Juniver Girsang tahun 2006

Buku Kebebasan Pers dan Penegakan Hukum oleh Lukas Luwarso tahun 2003

Pencatutan KAMMIPencatutan GMNI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s