Halalnya Surat Suara yang Hilang (Pemilu UNS Bagian 4)

Pemilu merupakan sarana kita untuk menentukan pemimpin dan wakil kita pada posisi pemerintahan tertentu. Tertentu karena Pemilu yang kita kenal saat ini tidaklah hanya pada pemerintahan Indonesia, di dunia kampus juga kita mengalaminya, seperti Pemilu untuk menentukan Presiden BEM dan Anggota Dewan Mahasiswa. Proses suksesi ini dilaksanakan sebagai symbol terwujudnya iklim demorasi di kampus UNS.

Hingga saat ini, cara memilih pada Pemilu masih terbilang tradisional yaitu dengan cara mencoblos menggunakan kertas. Kertas suara ini biasa disebut dengan surat suara. Tidak seperti surat suara pada Pemilu di Republik ini pada tahun 2009 lalu. Pada Pemilu Indonesia surat suara calon legislatif (caleg) sebesar surat kabar cetak, koran. Di UNS surat suara yang digunakan cukup sederhana: kira-kira seperempat kertas A4. Kertas suara berwarna kuning dan merah muda untuk caleg dan putih untuk calon presiden.

Selain DPT, surat suara juga menjadi bagian dari sekian kejanggalan yang dapat ditemukan. Pada proses perhitungan suara di FH (lagi) ditemukan surat suara caleg distrik (berwarna kuning) hilang satu suara. KPU UNS pada surat yang diberikan kepada Panwaslu UNS menyebutkan: Ada dua kemungkinan disini, berkenaan dengan masalah teknis, bisa jadi surat suara tersebut tidaklah hilang, tetapi memang belum digunakan. Dan bisa jadi karena terjadi kesalahan dalam perhitungan surat suara, sehingga antara data di DPT, jumlah surat suara terpakai, dan jumlah perhitungan terjadi perbedaan.

Dari kalimat tersebut seolah-olah penyelenggara Pemilu, dalam hal ini adalah KPU menghalalkan kesalahan ini. Menurut versi Penulis, pada TPS di FH terjadi perbedaan hanya satu suara sedangkan menurut versi KPU UNS pada situshttp://kpuuns2013.wordpress.com/ menyebutkan bahwa terjadi selisih tiga suara antara capres (299) dan caleg (296). Memang di TPS FH hanya kehilangan tidak lebih dari tiga suara, tapi coba kita bandingkan dengan jumlah seluruh TPS di UNS yang tercantum pada situs KPU UNS. Terjadi selisih surat suara caleg dan capres sebanyak 324 surat suara. Apakah ini juga akan menjadi kompromi bagi para pihak peserta Pemilu dan KPU UNS? Penetapan hasil Pemilu memang telah dilaksanakan, tetapi masih ada jalur sengketa pada Komisi Mahkamah DEMA UNS. Walaupun sepertinya hasilnya tidak akan signifikan tapi setidaknya Panwaslu UNS mempunyai sikap.

#Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s