Proses Tak Serempak Pada Perhitungan Serentak (Pemilu UNS bagian 5)

Jika dikatakan Pemilu membutuhkan biaya banyak, bisa dikatakan iya. Tidak hanya biaya saja yang banyak, melainkan juga membutuhkan tenaga dan waktu yang banyak pula. Penerapan perhitungan suara di tiap TPS pada Pemilu UNS jelas tertulis pada UU Pemilu Mahasiswa UNS Pasal 34 ayat (1): Perhitungan suara dilakukan secara terbuka di TPS oleh PPF dan dilalukan setelah pemungutan suara berakhir.Jika partai peserta Pemilu benar-benar serius dalam memanfaatkan momen ini, bisa jadi Partai harus mencari banyak orang untuk menyaksikan proses perhitungan pada tiap TPS yang tersebar di UNS.

Berbeda dengan UGM yang pernah Penulis kunjungi pada saat Pemira UGM tahun 2012 lalu. Disana kotak suara dikumpulkan menjadi satu di satu tempat dan disaksikan ramai-ramai oleh mahasiswa. Selain SDM yang efektif, euforia Pemirapun bisa dirasakan. Di UNS, berbeda TPS berbeda orang dan berbeda pola perhitungan. Saat dibandingkan, perhitungan di FH dirasa ketat. Tempat perhitungan dilakukan di kelas dan posisi duduk di kursi, panitia menunjukan surat suara hingga semua saksi mengatakan sah. Berbeda di FH berbeda di FMIPA dan FP, disana proses perhitungan dilakukan dengan duduk lesehansantai tanpa harus saksi mengatakan sah sehingga terkesan tidak ketat.

Ini memang tidak bisa disalahkan seluruhnya kepada KPU UNS saja, Partai peserta juga turut berperan dalam hal ini. Karena syarat pendirian partai cukup memiliki empat pimpinan fakultas saja, jadi tidak mengherankan apabila anggota Partai kampus tidak merata keseluruh penjuru (TPS) Fakultas UNS.

Mungkin tidak semua PPF memahami isi dari aturan-aturan untuk melaksanakan Pemilu UNS ini. Pada FISIP, FP dan FKIP perhitungan tidak dilakukan di masing-masing TPS. Bahkan menurut catatan Panwaslu TPS di FISIP dan FP perhitungan dari semua TPS dicampur jadi satu. Alasan pencampuranpun tidak dapat diterima, karena “keputusan KPU” dan berarti KPU telah melanggar UU Pemilu Mahasiswa UNS. UU Pemilu berlaku universal pada seluruh UNS, klausul “…..pehitungan suara kecuali di FKIP memang di FKIP dihitung per fakultas bukan per TPS” juga tidak tercantum dalam UU. Jika karena alasan demikian, percuma ada aturan jika pada ujungnya dilanggar juga tanpa alasan yang jelas.

#Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s