Masuknya Atribut Kampanye dalam Kampus

Saat menuliskan artikel Terselubungnya Atribut Kampanye di Mobil, saya jadi menelaah lagi bahwa ternyata masih ada hal lain lagi yang perlu dikritisi. Jika artikel sebelumya membahas mengenai penggunaan media kampanye, kali ini yang menjadi topik adalah lokasi dimana mobil tersebut berada.

Sah-sah saja jika kampus dilewati oleh mobil, atau bahkan mahasiswa menggunakan moda transportasi satu ini dan memarkirkannya di lingkungan kampus. Namun disini, ada ketentuan-ketentuan lain yang berkaitan dengan hal tersebut. Terkait dengan kampanye, sebelumnya sudah dibahas secara singkat bahwa memang belum ada aturan yang mengatur tentang penggunaan mobil sebagai media atribut kampanye.

Ketika kita membaca serangkaian aturan tentang Pemilu, dasar hukum pokoknya adalah UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD. Seterusnya apabila ingin mengetahui aturan kampanye bisa dilihat mulai Pasal 77 UU tersebut dan ditambah dengan Peraturan KPU No. 15 Tahun 2013 Tentang Perubahan Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu DPR, DPD dan DPRD. Peraturan KPU ini merupakan salah satu aturan yang dibuat karena amanat dari UU sebagai peraturan yang hierarkinya lebih tinggi.

Pada Pasal 86 UU No. 8 Tahun 2012 disebutkan mengenai larangan kampanye, salah satunya adalah di tempat pendidikan, pada ayat (1) huruf (h) berbunyi: “menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan”.Sedangkan dalam penjelasannya: “Fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dapat digunakan jika Peserta Pemilu hadir tanpa atribut Kampanye Pemilu atas undangan dari pihak penanggung jawab fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. Yang dimaksud dengan ”tempat pendidikan” pada ketentuan ini adalah gedung dan halaman sekolah/perguruan tinggi”.

Sebenarnya dalam kalimat tersebut sudah jelas bahwa lingkungan pendidikan, dalam hal ini kampus sebenarnya harus steril dari atribut kampanye. Mungkin masih banyak yang kurang menyadari mengenai aturan ini. Dengan adanya kejadian ini dapat menjadi evaluasi pihak kampus untuk lebih peka lagi terhadap hal-hal seperti ini. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di tempat yang sama atau bahkan di kampus-kampus lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s