Mengenal Sosok Tokoh Melalui Film

Poster Film Soekarno

Poster Film Soekarno

Sejak rilis pada tanggal 11 Desember 2013, film yang menceritakan tentang presiden pertama Indonesia ini cukup menarik animo masyarakat Indonesia. Setelah membaca tulisan teman saya berjudul Inspirasi Karya Anak Negeri, saya langsung mencari hari untuk menjadwalkan menonton film ini. Akhirnya pada keinginan saya itu terealisasi pada hari Minggu, 15 Desember 2013.

Saya adalah salah satu pengagum sosok ini. Sejak duduk di bangku SMA satu persatu saya mulai mengupas kehidupan Bung Karno dari buku yang tersedia di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah. Karena merasa tahu tentang Bung Karno, saya juga pernah berdebat dengan guru sejarah saya yang saat mengajar mengatakan “istri Soekarno hanya Fatmawati”, sepele memang tapi secara spontan saya mengklarifikasi hal tersebut.

Kita bisa mengupas kehidupan tokoh revolusioner ini dari banyak sisi, baik sisi pemikiran, perjuangan, atau mungkin kehidupan dengan wanitanya. Semuanya dirangkum dalam film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini. Rupanya film ini mampu membuat penontonnya terbawa emosi oleh orasi Soekarno yang diperankan oleh Ario Bayu. Putra sang fajar memang dikenal sebagai orator ulung, agitator yang mampu membangkitkan gejolak perlawanan. Dikisahkan juga pada film ini awal mula kata marhaenisme, dimana saat itu Bung Karno menanyakan nama kepada seorang petani.

Sepertinya sang sutradara berhati-hati dalam membuat karya ini. Tidak ada sama sekali unsur Partai Komunis Indonesia (PKI), baik gambar atau pemberontakan yang pernah dilakukan untuk melawan kolonial. Bagi orang yang mempunyai banyak referensi tentang Bung Karno sepertinya tidak akan puas jika menonton film ini. Benar adanya, bila cerita hidup Bung Karno ini difilmkan dengan real tentu tidak akan cukup menontonnya dengan durasi dua sampai tiga jam.

Selain untuk sarana hiburan, film semacam ini juga dapat dijadikan referensi untuk sarana edukasi. Dibandingkan membaca buku, lebih mudah menonton film. Mungkin fenomena memproduksi film tokoh-tokoh bangsa sepertinya menjadi ladang bisnis yang menggiurkan bagi rumah produksi dan sutradara, misalnya saja Habibie Ainun yang menceritakan sisi kehidupan percintaan dan Sang Kiai yang menceritakan pengaruh Islam di masa perjuangan. Semoga akan ada film-film tentang tokoh bangsa lainnya untuk memperkaya wawasan cakrawala kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s