Meniru Surabaya

Banjir yang terjadi dari tahun ke tahun menjadi masalah karena dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat sendiri, merusak infrastruktur fasilitas umum, dan dapat menghambat kegiatan perekonomian. Bahkan menurut Sofjan Wanandi, ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), kepada Okezone bahwa pengusaha bisa rugi Rp200 miliar per hari.

Terlebih lagi ini terjadi pada ibu kota negara Indonesia. Pemerintah provinsi (pemprov) yang saat ini dikomandoi oleh Joko Widodo terus berbenah untuk mengurangi titik-titik terjadinya banjir tahunan ini. Segala upaya dilakukan dari normalisasi waduk dan sungai hingga berencana membuat sodetan Sungai Ciliwung ke Sungai Cisadane. Bencana banjir tidak hanya dialami oleh DKI Jakarta. Saat ini beberapa daerah seperti Indramayu, Semarang, dan Pati juga sedang mengalami banjir.

Sebelumnya, Kota Surabaya juga sering mengalami bencana semacam ini. Namun, banjir sudah tidak kita temui lagi saat ini. Pemerintah kota (pemkot) memang yang paling bertanggung jawab terhadap permasalahan di kota metropolis ini. Pemkot mengantisipasi masalah ini dengan normalisasi gorong-gorong ditambah proyek culvert box-nya. Dengan desain ini, gorong-gorong dapat diperindah menjadi trotoar dan dapat dibangun jalan raya di atasnya. Selain itu, Pemkot Surabaya juga memperbanyak ruang hijau terbuka dengan membangun banyak taman.

Sadar bahwa kota ini tidak hanya milik Pemkot Surabaya, maka pemkot mengajak warga Surabaya bersama-sama menjaga kota ini agarterhindardari banjir. Slogan Surabaya Green And Clean digalakkan sejak 2005. Slogan ini digunakan untuk sebuah kompetisi kebersihan berbasis lingkungan hijau antarwilayah RT. Kompetisi warga ini dilaksanakan berkelanjutan dan penghargaan diberikan setiap tahun pada puncak hari ulang tahun Kota Pahlawan.

Adanya kompetisi semacam ini, Pemkot mengharapkan warga Kota Surabaya dapat meningkatkan kreativitas untuk menjaga lingkungan sekitarnya sehingga tujuan warga bukan lagi mencegah banjir, melainkan memperindah wilayah kota. Warga menggunakan segala metode untuk memenangkan kompetisi ini, mulai menanam tanaman di lahan kosong, membuka bank sampah, hingga membuat usaha dari kerajinan tangan sampah daur ulang. Tidak menutup kemungkinan Pemprov DKI Jakarta dapat belajar dari kesuksesan Kota Surabaya, bahkan juga untuk semua pemerintah daerah lainnya.

Dimuat dalam Koran Sindo Kamis 30 Januari 2014  dan http://www.koran-sindo.com/node/362990

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s