Menjadi Pemilih Aktif

Perhitungan Suara

Perhitungan Suara

Sebuah kesempatan yang langka bagi saya saat saya menjadi pengawas Pemilu Legislatif (Pileg) di wilayah Kota Surakarta. Pengawas Pemilu merupakan salah satu program dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menjaring relawan dari masyarakat sebagai fasilitas bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam Pileg 2014. Muhammad, ketua Bawaslu pada saat acara seminar di Hotel Sahid 29 Maret lalu mengingatkan adanya program satu juta relawan pengawas Pemilu. Beliau menghimbau kepada peserta seminar untuk menjadi pemilih aktif dengan bergabung dalam satu juta relawan pengawas pemilu daripada hanya menjadi pemilih pasif yang hanya datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Setelah adanya himbauan tersebut, gayungpun bersambut saat ada broadcast Blackberry Messager (BBM) rekan kuliah, Resti (saya biasa memanggil Untu). Rupanya Resti menjadi kordinator relawan pengawas Pemilu Kecamatan Banjarsari. Akhirnya saya bergabung melalui Resti menjadi relawan. Setelah mengumpulkan form dan berbagai syarat, saya diberi pembekalan oleh Pengawas Pemilu Kecamatan Banjarsari dan pemberian form pengawas. Lalu dilanjutkan dengan pembagian wilayah TPS penempatan tugas bagi pengawas. Saya kebagian TPS 35 Kecamatan Banjarsari.

Pada H-1 saya dan relawan lainnya turut mengawal pengiriman logistik Pemilu. Sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh Ketua Panitia Pengawas Kecamatam (PPK), relawan diwajibkan hadir pukul tujuh pagi, supaya pengawas dapat menyaksiskan proses Pemilu dari awal. Sayapun menjalankan instruksi tersebut.

TPS tempat dimana saya bertugas kondisinya cukup kondusif. Warga sekitar yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) antusias dengan Pileg kali ini, dari 310 warga telah 80% menggunakan hak pilihnya sebelum pukul 12 siang. Setelah pukul 12.30 baru giliran saya menggunakan hak suara saya dengan KTP dan fotokopinya. Saat itu saya tidak menggunakan A5 karena tidak sempat mengurusnya.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS saya orangnya ramah-ramah bahkan makan siang dan makan malampun saya diajak makan bersama dengan mereka. Saksi dari partai politik juga menunjukan sikap saling menghormati. Alhasil kegiatan pemungutan suara di TPS saya aman, kondusif dan sesuai rencana.

Sampai Selesai

Saat itu saya sedang dalam minggu ujian kuliah, sebenarnya PPK telah menghimbau kepada saya dan rekan-rekan untuk ijin saja pada pukul tujuh malam. Tapi saya tidak menggunakan ijin tersebut. Saya ingat betul keesokan harinya saya ujian Hukum Perdata Internasional dan saya belum belajar. Totalitas yang saya miliki saya bertekad untuk menunggu KPPS dan para saksi mengisi berita acara hingga logistik dikirimkan ke kelurahan. Kegiatan pemungutan suara ini selesai sekitar pukul satu malam dan kira-kira sampai rumah sudah pukul dua pagi. Tidak menjadi masalah bagi saya karena saya tidak akan mengulang momen ini dengan status yang sama sebagai mahasiswa. Di momen ini juga saya meningkatkan kapasitas saya dari Pegawas Pemilu Mahasiswa menjadi Pengawas Pemilu Republik Indonesia

Penyumpahan KPPS

Penyumpahan KPPS

Persiapan Pembukaan Logistik

Persiapan Pembukaan Logistik

Pencatatan Perolehan Suara

Pencatatan Perolehan Suara

Pengisian Berita Acara

Pengisian Berita Acara

Pengisian Berita Acara

Pengisian Berita Acara

  

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s