Mereka Risih Dengan Saya

Tahun 2014 ini bisa menjadi tahun yang banyak momen bagi saya. Di tahun ini diselenggarakanlah revolusi konstitusional bernama Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pemilu). Pada momen Pileg lalu saya berkesempatan menjadi relawan pengawas pemilu yang direkrut dan dibina oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melalui Panitia Pengawas Pemilu Kota Surakarta. Beranjak dari Pemilu, rupanya ada momen lain di kampus yaitu menjadi panitia ospek (di UNS disebut osmaru).

Osmaru menjadi rutinitas tahunan kampus, termasuk di UNS sendiri. Di lingkungan FH tempat saya menimba ilmu kepanitiaan osmaru dikelola oleh angkatan yang selisihnya tiga tahun dari mahasiswa baru (maru). Benar saja di tahun 2014 ini yang menjadi panitia adalah angkatan saya, angkatan 2011. Memang tidak ada aturan baku yang menyebutkan ketentuan ini (angkatan menjadi panitia), namun ini telah menjadi kebiasaan yang selalu dilaksakan setiap tahun dan menjadi pandangan sebuah pride di FH UNS. Keresahan mengenai pelaksanaan osmaru terasa kurang lebih pada bulan April dikarenakan juga bertepatan dengan adanya kegiatan KKN di angkatan pertama oleh mahasiswa UNS angkatan 2011.

Pada semester tersebut saya memang tidak bersedia mengikuti KKN karena saya tau apa yang akan terjadi, salah satunya sistem yang masih belum sempurna, disamping karena solidaritas kepada beberapa teman dekat saya. Momen menjadi panitia osmarupun saya juga memilih tidak terjun sebagai panitia karena saya sadar posisi saya akan tidak menguntungkan rekan-rekan panitia nantinya.

Mengapa membahayakan? Track record saya tidak terlalu baik di mata birokrat kampus. Ya, tidak satu dua kali saya mengusik mereka yang menurut saya tidak sesuai dengan hati nurani saya. Sudah terlalu sering saya membongkar kebobrokan kampus sehingga (mungkin) nama sayapun masuk pada daftar hitam mereka. Akibatnya selain jadi bahan perbincangan kadang juga pelayanan kepada saya juga tidak normal  bahkan pernah beberapa saat lalu saya menuliskan Tamu Undangan yang Dilarang Masuk. Sampai-sampai saya diperlakukan seperti itu. Mengingat pula kegiatan osmaru selalu berkordinsasi dengan Bidang III (Bagian Kemahasiswaan).

Saya sadar, saya sangat menyayangkan ketika tidak bisa bekerja dan berkontribusi dengan rekan-rekan seangkatan yang latar belakangnya bervariasi, mulai dari aktivis UKM hingga yang tidak pernah mengikuti kegiatan kampus. Padahal momen inilah yang dinantikan oleh banyak mahasiswa sebagai wujud dari eksistensi angkatan mereka. Alasan lain karena saya tidak mau mereka merasakan dampak negatif dari pihak-pihak yang tidak suka dengan keberadaan saya walaupun saya tidak melakukan sesuatu. Sekali lagi adalah karena mereka risih dengan saya!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s