Pemulihan Korban Dugaan Asusila

Pelaporan Raja Solo Sinuhun PB XIII di Polres Sukoharjo pada 21 Juli 2014 lalu menarik perhatian bagi kalangan masyarakat. Sinuhun PB XIII dilaporkan atas tuduhan melakukan kejahatan seksual terhadap pelajar SMK berusia 15 tahun dengan inisial AT. Berdasarkan pengolahan berbagai sumber yang beredar di media massa menyebutkan bahwa AT diduga disetubuhi oleh Sinuhun PB XIII pada bulan Maret 2014 lalu.

Akibatnya, saat ini AT sedang mengandung janin berusia kira-kira lima bulan. Kronologis yang beredar di masyarakat melalui media massa menjelaskan bahwa AT merupakan salah satu warga yang tidak beruntung hidupnya, saat itu AT sedang kesulitan finansial untuk membayar uang bulanan sekolahnya (SPP). Teman dari AT memberikan bantuan kepada AT dengan menawarkan AT bekerja di cafe. Lebih tepatnya, AT ditawari bekerja sebagai pelayan dan menemani pengunjung cafe untuk minum hingga pukul sembilan malam.

Terbuai dengan tawaran tersebut, AT pun menyanggupi. Namun kenyataan tak seindah yang diucapkan. AT mengaku dijemput laki-laki paruh baya yang mengaku sebagai Raja Solo Sinuhun PB XIII. Di mobil AT menerangkan diberi permen dan seketika tak sadarkan diri, di saat inilah AT mengaku disetubuhi oleh seseorang yang diduga sebagai Sinuhun PB XIII di sebuah hotel di Sukoharjo.

Sejak kasus ini bergulir, penyidik Polres Sukoharjo belum memeriksa Sinuhun PB XIII selaku terlapor untuk dimintai keterangan. Perkembangannya baru sampai pada teman AT berinisial WT yang baru saja tertangkap di Jakarta. WT diduga sebagai mucikari yang menyediakan AT kepada Sinuhun PB XIII.

Persetubuhan Tidak Legal Sebagai Tindak Pidana
Dalam ilmu hukum dikenal diatur mengenai istilah persetubuhan tidak legal. Secara umum, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Bab XIV memuat beberapa bentuk persetubuhan yang dapat dipidana.

Pertama adalah hubungan persetubuhan oleh seseorang yang telah bersuami dan atau beristri. Persetubuhan tidak legal ini merupakan bagian dari delik aduan. Tindak pidana yang dilakukan oleh para pihak dapat diperiksa oleh aparat penegak hukum apabila terdapat pengaduan oleh suami atau istri dari pihak yang melakukan persetubuhan.

Kedua, bersetubuh dengan wanita dengan keadaan dibawah ancaman atau paksaan yang tercantum dalam Pasal 285 KUHP, ini yang sering kita sebut dengan perkosaan.

Ketiga, Pasal 286 KUHP menyebutkan larangan untuk bersetubuh dengan wanita yang diketahui dalam kondisi tidak berdaya atau dalam keadaan pingsan.

Keempat, bersetubuh dengan anak dibawah umur. Di dalam KUHP yang dimaksud dengan anak dibawah umur yaitu seorang wanita yang belum berusia 15 tahun atau kalau umumrnya tidak jelas, bahwa belum waktunya untuk dikawin seperti yang tercantum dalam Pasal 287 KUHP.

KUHP hanya mengatur tindak pidana secara umum sedangkan apabila terdapat aturan yang lebih khusus maka akan berlaku asas hukum yang berbunyi lex specialis derogat lex generalis, artinya aturan hukum khusus mengesampingkan aturan hukum yang khusus. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak menjadi aturan khusus yang dapat mengesampingkan KUHP sebagai aturan umum bentuk tindak pidana. Dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Perlindungan Anak yang dimaksud dengan anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun.

AT siswi SMK yang diduga disetubuhi oleh Sinuhun PB XIII saat ini masih berusia 15 tahun. Dalam kondisi paksaan atau kerelaan diri oleh AT, kejahatan terhadap kesusilaan yang menimpa AT selaku korban dapat kita kategorikan sebagai pelanggaran atas Undang-Undang Perlindungan Anak.

Dalam konsideran Undang-Undang Perlindungan Anak menyebutkan alasan lahirnya Undang-Undang yaitu Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan beberapa Undang-Undang pengesahan konvensi internasional yang mengatur tentang anak. Secara umum anak merupakan generasi penerus bangsa sehingga negara wajib memberikan perlindungan kepada anak-anak agar mereka dapat menikmati masanya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kita patut memberikan perhatian serta simpati kepada AT dimana seharusnya ia mengenyam pendidikan namun hal ini tidak dapat ia rasakan karena mengalami peristiwa ini.

Kekosongan Hukum Pemulihan Korban Kejahatan Asusila
Peristiwa yang menimpa AT menjadi rentetan kasus kejahatan asusila terhadap anak-anak di Indonesia. Komisi Perlindungan Anak Indonesia melalui Bidang Data Informasi dan Pengaduan KPAI menyebutkan sepanjang 2013, ada 502 aduan anak berhadapan dengan hukum (ABH) untuk kasus kekerasan. Sebanyak 187 pengaduan dilakukan secara langsung, 40 melalui surat, 34 lewat telepon, dan 241 pengaduan via surat elektronik, sejak Januari hingga Mei 2014, pengaduan mengenai kekerasan seksual anak mencapai lebih dari 400 aduan.

Kasus hukum yang dialamatkan kepada Sinuhun PB XIII masih dalam proses penyidikan di Polres Sukoharjo. Proses hukum yang sedang berjalan hanya mengarah pada penuntutan tanggung jawab secara pidana. Pada pelanggaran perlindungan anak kita juga tidak boleh melupakan nasib dari korban tindak pidana. Lazimnya kita mengenal istilah viktimologi, bagaimana peran dari korban dalam terjadinya tindak pidana dan bagaimana perlindungan yang harus diberikan kepada korban.

Hingga saat ini perlindungan korban secara legal yuridis memang belum diatur secara komprehensif, utamanya yang mengatur tindakan pemulihan kepada korban kejahatan asusila dibawah umur. Sistem hukum kita masih terfokus pada pidana bagi pelaku. Korban kejahatan asusila akan merasa tertekan dan berakibat pada masa depannya. Sejauh ini tindakan-tindakan yang dilakukan oleh korban sebatas pada pendekatan sosiologis non yuridis, misalnya saja yang dilakukan AT meminta audiensi ke DPRD Sukoharjo untuk meminta jaminan pendidikan dan kesehatan dari janin yang dikandungnya. Beruntungnya audiensi ini ditanggapi positif oleh pihak terkait. Semoga kejadian yang menimpa AT ini tidak terulang, pelaku mendapat hukuman setimpal dan korban mendapatkan pemulihan atas kejahatan yang menimpanya.

Prayogo Kurnia
Asisten Lawyer Di Kantor Advokat
Donald R.O. Pardosi And Partners

Dimuat pada http://jatengonline.com/2014/09/15/pemulihan-korban-dugaan-asusila/ Senin 15 September 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s