Do More To Get More

Saat masih berseragam putih abu-abu, seorang guru bahasa Inggris mengatakan “you have to do more to get more”. Mam Nur memberikan sebuah stimulun kepada anak didiknya supaya melakukan sesuatu sebelum mendapatkan sesuatu, bahasa lainnya adalah pengorbanan. Mam Nur berpendapat bahwa apa yang kita lakukan akan mendapatkan hasilnya nanti setelah kita sudah berada di waktu yang tepat. Statement ini diberikannya ditengah-tengah kecemasan anak didiknya yang akan menghadapi berbagai ujian dan tes perguruan tinggi.

Karena saya seorang muslim, saya juga meyakini bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib kaumnya kecuali mreka sendiri yang merubahnya seperti yang tercantum dalam Surat Ar-Ra’d ayat 11. Kurang lebih demikianlah bunyinya. Walaupun di sisi lain saya juga risih dengan sikap orang lain yang menganggap bahwa tanpa berproses lebihpun bisa mendapat hasil lebih dibandingkan mereka yang berproses lebih.

Dunia mahasiswa berbeda jauh dengan masa berseragam dulu. Pada masa ini saya dan mungkin beberapa kalangan lain akan berusaha lebih mengaktualisasikan dirinya. Selain meneguhkan jati diri, pada fase ini pula kita berada pada masa “mau jadi apa kedepan”. Bergabung ke organisasi adalah pilihan pertama di pikiran saya saat itu karena di organisasilah saya bisa mengaktualisasikan diri di SMA. Menurut saya mengikuti organisasi adalah salah satu langkah melakukan hal yang lebih.

Dinamika organisasi akan mengajarkan pada kita betapa nikmatnya berbagi ilmu. Saat yang lain pulang kita berkumpul, saat yang lain mengerjakan tugas kita rapat, saat yang lain santai kita berpikir dan bahkan berdebat, saat yang lain tidur kita baru bisa mengerjakan tugas, saat yang lain bermimpi kita bahkan masih terbayang tanggung jawab organisasi dan hingga tiba waktunya sama-sama memejamkan mata untuk tidur dan bangun di waktu yang bersamaan untuk memulai hari dengan kuliah di kelas. Mungkin mahasiswa yang berorganisasi akan tersenyum saat membaca ini dan mengatakan dalam hati “iya ya”.

Tuhan sudah adil kepada kita dengan memberikan sama-sama waktu 24 jam per hari tanpa dikurangi satu detik pun, tetapi yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu tersebut. Ada yang mungkin cuman tidur empat jam dan 20 jam beraktifitas atau bahkan sebaliknya. Organisasi hanyalah salah satu jalan untuk melakukan hal lebih. Masih banyak pilihan hal lebih yang bisa dilakukan, seperti di sekitar saya: bisnis, menjadi pengajar bimbingan belajar, bergabung di lembaga pengabdian masyarakat dan tempat atau kegiatan lainnya. Setiap ibadah yang saya lakukan, saya selalu meminta kepada Tuhan agar meridhoi aktifitas lebih saya ini agar kedepan yang saya dapatkan juga lebih. Semoga

Tulisan singkat di tengah malam

Salam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s