Menantang Mahasiswa (Untuk Akh Ronny UNJ)

Menyelesaikan karya ilmiah bernama skripsi memang membosankan, tidak semudah membuat sebuah tulisan opini atau esai bebas. Perpustakaan FH menjadi tempat asik untuk dikunjungi saat libur semester seperti ini. Suasananya sepi senyap didukung dinginnya pendingin ruangan dan kecepan maksimum internetnya, pas untuk melanjutkan pekerjaan skripsi. Kemarin secara tak sengaja bertemu dengan Kuncoro, Presiden BEM FH UNS Kabinet BERANI (2012). Alhasil file berjudul “implementasi peraturan walikota……” closed dan obrolan dilanjutkan di lokasi lain setelah shalat dhuhur, topik bahasannya sedang terkini di media sosial, yaitu pemberhentian mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) oleh rektornya.

Mengerikan sekali ketika mendengar berita adanya Keputusan Rektor memberhentikan mahasiswanya karena alasan kritis. Cukup memprihatinkan nasib seorang Ketua BEM UNJ, Ronny Setiawan. Keputusan tertanggal empat Januari 2016 itu ditandatangani Djaali selaku Rektor UNJ.

Akibat dikeluarkannya Keputusan Rektor tersebut kecamanpun muncul, terutama mahasiswa. Bahkan BEM yang benanung pada BEM Seluruh Indonsia (BEM SI) menyatakan sikap untuk melakukan perlawanan. Tidak hanya BEM SI, partai politik PKS juga turun gunung menyelematkan seorang warga negara yang malang. Sebuah tanda solidaritas dukungan kepada Ronny. Luar biasa, BEM SI plus PKS, kekuatan yang luar biasa untuk melawan seorang Rektor.

Memberi Panggung

Adanya Keputusan Rektor yang memberhentikan Ronny dapat dinilai bahwa Rektor UNJ memberikan panggung kepada mahasiswanya, atau bisa juga mahasiswa seluruh Indonesia. Dengan diterbitkannya kebijakan tersebut, Rektor dan penonton lainnya ingin mengetahui bagaimana reaksi mahasiswa menghadapi sikapnya. Genderang perangpun dimulai. Bukan tentang perang fisik, tetapi juga strategi sehingga jalannya pertempuran akan terasa lebih dramatis.

Diuji merupakan hal yang wajar bagi mahasiswa. Mahasiswa biasa saja tidak boleh marah jika dosennya ingin menguji kemampuannya melalui UTS atau UAS, terlebih lagi bagi mereka yang mengaku sebagai aktifis mahasiswa. Jiwa petarung memang harus siap diuji oleh siapapun, kapanpun, dimanapun dan apapun kondisinya.

Hampir saja Bung Ronny menjadi salah satu tokoh panutan bagi seluruh gerakan mahasiswa. Tetapi gelar tokoh tersebut hanya bertahan selama Keputusan Rektor pemberhentiannya berlaku. Momentum tragis ini dimanfaatkan, atau lebih tepatnya ditunggangi PKS selaku salah satu partai politik di Indonesia. Mau alasan kemanusiaanpun, label sudah melekat. Terlebih lagi sudah banyak media dan akun media sosial memberitakan bahwa PKS lah yang berperan penting dalam pencabutan Keputusan Rektor UNJ.

Desakan berbagai pihak, dua hari berselang, Keputusan Rektor itu diberitakan dicabut lagi oleh Rektor. Di sisi lain, PKS melalaui kadernya Jazuli Juwaini (mengaku sebagai ikatan alumni UNJ) bisa saja tampil mengklaim diri sebagai keberhasilannya melakukan mediasi atas permasalahan “anak didiknya”. Jika begitu memang adanya, anggaplah ini sebagai jalan dakwahmu Akh Ronny, Allah sedang mengujimu sebagai umatnya.

Romantisnya sandiwara cinta ini cepat berlalu. Sebagai Ketua BEM UNJ, tidak ada keraguan muncul terhadap kapabilitas Akh Ronny berlaga di medan politik kampus. Sepertinya Akh Ronny lupa atau mungkin panik sehingga pikirannya kacau bahwa dalam permainan politik kita mengenal adanya istilah “yang terlihat bukanlah yang sebenarnya, karena yang sebenarnya tidak terlihat”. Andaikata Akh Ronny bisa memainkan perannya dengan strategi taktis, Allah akan membantu tidak hanya lewat PKS saja tetapi lewat semua lapisan masyarakat. Jadi, pencabutan Keputusan Rektor ini karena petisi atau PKS?

Salam GARUDA

Prayogo Kurnia, Sekjend DEMA FH UNS 2013 – 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s