Hadiah Untuk UNS

Universitas Sebelas Maret alias UNS, sebuah kampus negeri yang terletak di Kota Bengawan kini bertambah usia menjadi 40. Tidak semua masyarakat mengetahui kepanjangan dari UNS, kebanyakan menyebut Universitas Negeri Solo atau Surakarta. Pengalaman empiris lainnya adalah masyarakat mengidentikan S sebagai nama kota dengan awalan S, seperti Semarang atau Surabaya. Wajar, karena selama ini masyarakat belum mengenal atau belum muncul tokoh – tokoh di tingkat nasional lulusan dari UNS. Sekalinya muncul malah terduga teroris. 

Diresmikan pada tanggal 11 Maret 1976 dengan Surat Keputusan Presiden No. 10 tahun 1976 tanggal 8 Maret 1976. Jika dikaitkan dengan isu politis, relevansinya adalah tanggal Sebelas Maret merupakan sebuah tanggal sejarah dimana sepucuk surat perintah mengalihkan kekuasaan Soekarno selaku Presiden Republik Indonesia kepada Soeharto yang beristrikan putri Solo, Ibu Tien. Hingga saat ini keberadaan surat itu juga masih kontroversi. Jika di kampus lain seperti ITS mahasiswanya menjulukinya sebagai kampus perjuangan karena Sepuluh Nopember atau ITB dengan sebutannya sebagai kampus Ganesha, maka mohon izin menggunakan julukan UNS sebagai kampus kontroversi.

UNS saat  ini dipimpin oleh Ravik Karsidi selaku Rektor-di periode kedua. Sekali waktu Rektor ingin memberikan identitas UNS sebagai kampus rakyat pada sambutannya di acara penerimaan mahasiswa angkatan 2011. Alasannya adalah biaya pendidikan di UNS diklaim sebagai terendah (penyebutannya saat itu adalah termurah) diantara perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia. Penulis sengaja memilih kata terendah, karena kata murah dan mahal lebih pas untuk perdagangan. Sedangkan pendidikan bukanlah sebuah barang dagangan yang dapat diperjual belikan. Demi menjaga predikat sebagai kampus negeri yang taat, berbekal surat edaran dari Menteri, UNS memberlakukan UKT di tahun 2012. UKT menjadi solusi atas maraknya pungutan liar kepada mahasiswa, maka dengan UKT mahasiswa hanya membayarkan biaya pendidikan per semester saja. Walaupun pada nyatanya juga ini masih mustahil untuk membereskan pungutan – pungutan liar di UNS. Mungkin pungutan ini adalah target pemasukan 100 Miliar yang ingin dicapai UNS guna merubah status menjadi perguruan tinggi berbadan hukum. Julukan sebagai kampus rakyatpun turut luntur.

Pada dies natalis di tahun 2013, Rektor mengenalkan UNS sebagai green campus. Untuk menunjukan keseriusannya, maka dilaksanakan proyek penghijauan di seluruh pelosok kampus. Di sekitar Surakarta dilakukan pengabdian masyarakat dengan bersih kali pepe, kegiatan sederhana yang kemasannya mewah. Seolah – olah ingin membuktikan kampus UNS memiliki cadangan air dari pohon – pohon dan keramahan lingkungannya, di awal tahun 2016 sudah terpasang keran air siap minum yang berasal dari sistem pengolahan air minum yang lokasinya di depan gedung pasca sarjana.  Sebutan green campus tidak berlebihan saat masyarakat masuk ke area UNS, tanamannya terawat dan terlihat subur. Sebaiknya juga warga kampus mengucapkan terima kasih kepada petugas yang dibayar oleh UNS atas kerjanya menyirami dan merawat satu persatu tanaman itu.

Terlepas baik dan buruknya kampus ini, tetapi UNS akan berkesan bagi mahasiswanya. Sejatinya kritikan adalah untuk membangun, lebih baik mengkritik karena ada yang memperhatikan. Sebaliknya jika tidak ada kritik maka sudah tidak ada yang peduli. Selamat bertambah usia UNS-ku, Negeri ini butuh banyak karya ciptaan darimu bukan hanya pencitraan.  Dan semoga terwujud cita-cita menjadi world class university, kampus rakyat, kampus berbadan hukum, green campus dan sebutan lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s