Perlunya Pendampingan Oleh Advokat

Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat. Istilah advokat masih terdengar asing di masyarakat awam, lebih familiar dengan istilah pengacara. Sebagai upaya edukasi hukum kepada masyarakat, istilah yang akan digunakan pada tulisan ini adalah advokat.

Berdasarkan undang – undang, jasa hukum yang diberikan oleh seorang advokat antara lain konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan hukum klien. Masyarakat perlu mendapatkan pendampingan hukum guna menjamin dan memenuhi haknya untuk mendapatkan akses keadilan. Keberadaan advokat menjadi penting saat masyarakat mendapatkan suatu permasalahan hukum. Pada kasus hukum pidana seorang advokat bertindak sebagai penasehat hukum dari seseorang yang diduga melakukan tindak pidana. Di KUHAP sendiri, seorang tersangka atau terdakwa mempunyai hak untuk didampingi penasehat hukum sejak diperiksa pada proses penyidikan (Polisi atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Sayangnya, tidak ada konsekuensi yuridis membatalkan hasil pemeriksaan bilamana seorang tersangka atau terdakwa yang menjalani proses hukum tanpa didampingi penasehat hukum.

Yahya Harahap dalam bukunya Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Penyidikan dan Penuntutan (2009) menuliskan bahwa hukum harus ditegakan, namun dalam pelaksanaannya penegakan hukum terhadap tersangka atau terdakwa tidak boleh ditelanjangi hak asasinya. Lebih konkretnya adalah seorang tersangka atau terdakwa tidak boleh diperlakukan sewenang – wenang oleh aparat penegak hukum. Pendampingan advokat sebagai penasehat hukum tersangka atau terdakwa akan meminimalisir terjadinya tindakan sewenang – wenang oleh aparat penegak hukum tersebut.

Lebih lanjut, seorang advokat akan memberikan dukungan atas kepentingan tersangka atau terdakwa yang diberikan oleh KUHAP untuk membela diri. Selain membela diri, hak asasi utama dalam KUHAP yang dilarang untuk ditanggali dari tersangka atau terdakwa antara lain persamaan hak dan kedudukan serta kewajiban di hadapan hukum, dianggap tak bersalah sampai ada putusan hakim berkekuatan hukum tetap dan penangkapan atau penahanan atas bukti permulaan yang cukup.

Menurut Mardjono dalam buku Mien Rukmini berjudul Perlindungan HAM Melalui Asas Praduga Tak Bersalah dan Asas Persamaan Kedudukan Dalam Hukum Pada Sistem Peradilan Pidana Indonesia, asas-asas tersebut di atas adalah bagian dari pemahaman yang benar tentang due process of law (proses hukum yang adil) yang salah satu unsurnya adalah tersangka dan terdakwa harus diberikan jaminan-jaminan untuk dapat membela diri sepenuh-penuhnya. Bagaimana seorang tersangka dapat dengan baik membela dirinya dalam interogasi oleh penyidik bilamana dia tidak diberitahukan dengan jelas alasan penangkapannya. Asas ini juga menjelaskan mengapa penasihat hukum sejak saat penangkapan berhak untuk melihat berkas perkara yang disusun oleh penyidik sebagai dasar pengajuan perkara kepada penuntut.

Melalui advokat, seorang tersangka atau terdakwa dapat melakukan pembelaan dengan cara – cara yang diatur hukum. Cara – cara membela diri inilah yang tidak semua orang bisa lakukan. Jika pembelaan tidak sesuai aturan hukum, konsekuensi yuridisnya pembelaan tidak dapat diterima. Oleh karenanya pendampingan dan nasehat hukum perlu diberikan kepada tersangka atau terdakwa agar pembelaan dapat dilakukan oleh advokat selaku penasehat hukum yang mengetahui dan mengerti hukum. Idealnya memang setiap orang yang mengalami permasalahan hukum didampingi oleh seorang advokat agar hak – hak hukum yang melekat pada dirinya terjaga demi terwujudnya sebuah keadilan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s