Mahalnya Sebuah Hidayah

Pernah ada siswa SMA menentang kebijakan kepala sekolahnya yang setiap pagi mengaji di speaker sekolah, ia mengirimkan pesan melalui e-mail agar kepala sekolahnya menghentikan kegiatan mengaji itu karena status sekolah negeri bukan sekolah islam. Ultimatumnya meminta kepala sekolah menyediakan ruangan bagi siswa non muslim jika tetap mengaji atau mengganti kegiatan mengaji dengan memutar lagu nasional. Siswa ini malah menantang dengan mengancam akan merusak speaker karena tawarannya tidak direalisasikan.

Cerita lain pernah dialami ketika ia berseberangan pandangan dengan guru agamanya, gurunya tidak terima dan mengancam tidak akan memberikan nilai. Maka jawabannya sederhana: pindah agama. Baginya saat itu agama tidak lain hanya mata pelajaran yang mengantarkan pada kelulusan skolah. Semakin ditekan semakin menjadi. Suatu hari ada suatu kegiatan pondok ramadan dimana mewajibkan pesertanya untuk shalat sunah dhuha, karena merasa dipaksa dikencingi lah tempat wudhu masjid sekolah dan menantang panitia untuk duel. Baca lebih lanjut

Iklan